37 Macam Nilai Kehidupan Dan Pengertian (Definisinya) Lengkap
Salah satu karunia Tuhan bagi manusia dalam menjalani kehidupan-nya adalah ketika diberi banyak tantangan, hambatan, dan persoalan.
Oleh karena itu, semakin banyak tantangan, hambatan, dan persoalan yang mengadang, akan semakin memperkaya pengalaman kehidupan.
Memasuki kehidupan di era digital dewasa ini, tantangan terbesar yang dihadapi manusia modem sekarang ini tidak hanya ancaman terorisme, ledakan bom, atau ancaman nuklir semata, tetapi juga yang lebih besar lagi adalah terjadinya proses perubahan "fitrah" manusia itu sendiri.
Ancaman terjadinya proses perubahan dan kehancuran unsur kemanusiaan dari dalam diri manusialah yang sebenarnya sangat berbahaya. Kehancuran unsur kemanusiaan ini akan melahirkan ras-ras manusia yang memiliki perilaku dan sikap seperti bukan manusia. Meskipun secara fisik manusia, mereka bertindak tidak sesuai dengan kehendak suara hati yang merupakan manifestasi kehendak Tuhan dalam diri manusia.
Nilai-nilai atau peraturan-peraturan dalam masyarakat berlaku dan disepakati bersama-sama dalam kehidupan sehingga kita sering mendengarkan kata-kata "baik dan tidak baik", "boleh tidak boleh", "sopan dan tidak sopan", "penting dan tidak penting", "tahu aturan dan tidak tahu aturan, dan sebagainya. Manusia tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, sangat penting untuk mahami nilai-nilai kelompok, masyarakat, negara, dan pribadi sendiri.
Lalu, apa sebenarnya nilai itu? Nilai dapat didefinisikan sebagai segala sesuatu yang dihargai masyarakat karena memiliki daya guna fungsional bagi perkembangan kehidupan manusia.
Nilai manusla berfungsi sebagai landasan, alasan, atau motivasi dalam segala tingkah laku dan perbuatannya. Nilai ini mencerminkan kualitas pilihan tindakan (perbuatan) dan pandangan hidup seseorang dalam masyarakat.
Adapun yang dimaksud dengan nilai kehidupan adalah segala nilai yang hidup dan memengaruhi tindakan seseorang. Contoh, ketika terjadi penyerangan AS dan tentara Sekutu terhadap negara Irak, Indonesia mengutuk agresi tersebut. Di sini nilai-nilai dasar adalah, "Bahwa kemerdekaan itu hak segala bangsa" mendasari tindakan bangsa Indonesia.
Kategori Dan Aspek Nilai Kehidupan
Ketika seseorang memilih nilai kehidupannya, ada tiga kategori yang harus ia tunjukkan yang menyatakan bahwa ia mengadopsi suatu nilai, yaitu memilih, menghargai atau menjunjung, dan
bertindak. Ketiga kategori itu dikembangkan menjadi tujuh aspek nilai berikut.
1. Memilih dengan bebas. Nilai menuntut adanya kebebasan dari bentuk tekanan, tidak adanya paksaan dari lingkungan hidup seseorang, berdasarkan pada keyakinan diri sendiri, dan kerelaan untuk memilih nilai.
2. Memilih dengan bebas berbagai alternatif. Ketika seseorang memilih menganut suatu nilai, ia akan dihadapkan pada lebih dari berbagai alternatif pilihan nilai dan ia bebas memilih nilai
mana pun yang ia sukai.
3. Memilih dengan bebas berbagai alternatif dengan mempertimbangkan akibat dari masing-masing alternatif. Ketika seseorang memilih untuk menganut suatu nilai, ia sudah harus memperhitungkan risiko atau konsekuensi atau akibat dari pemilihan nilai yang ia pilih dan tahu yang akan terjadi atas pilihannya itu.
4. Setelah memilih suatu nilai, seseorang harus menghargai dan merasa senang dengan pilihannya itu. Nilai yang dipilih adalah sesuatu yang dipandang positif. Untuk itu, nilai yang ia pilih harus dihargai, dihormati, dan dipelihara. Nilai itu membuat perasaan orang yang memilihnya bahagia.
5. Setelah memiliki suatu nilai, seseorang hendaknya bersedia mengakui, menjunjung tinggi, dan menegaskan pilihannya itu di muka umum.
6. Setelah memilih nilai, seseorang hendaknya bertindak dan berperilaku sesuai dengan pilihannya itu. Nilai itu memberikan arah pada tujuan hidupnya. Bobot nilai dapat diukur dengan banyaknya waktu, tenaga, dan harta yang dikorbankan demi nilai yang diyakininya.
7. Seseorang (individu) yang memilih suatu nilai kehidupan akan berulang-ulang bertindak sesuai dengan pilihannya itu sehingga akhirnya menjadi pola hidupnya. Orang yang memiliki nilai kejujuran akan selalu berusaha jujur. Oleh karena itu, jujur akan menjadi kebiasaannya.
Macam-macam Nilai Kehidupan
Kita mengenal dan menganut bermacam-macam nilai kehidupan dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai kehidupan bisa dianggap sangat penting bagi seseorang, tetapi bisa juga penting, agak penting, atau tidak penting bagi orang lain.
Anggapan terhadap nilai-nilai kehidupan bergantung pada pilihan dan pertimbangan masing-masing pribadi, serta situasi dan kondisi kehidupannya.
Berikut macam-macam nilai kehidupan.
1. Nilai cinta atau kasih sayang, seperti ikatan batin, saling menghargai, saling setia, saling menghormati, saling menolong, serta memikirkan kepentingan dan kebaikan orang lain.
2. Nilai kekuasaan, seperti persepsi (pandangan) atas keinginan untuk menundukkan atau memengaruhi orang lain.
3. Nilai keindahan, seperti kemampuan untuk menghargai dan menikmati hal-hal yang indah, serasi, dan bagus.
4. Nilai keadaan fisik, seperti persepsi (anggapan) atas keadaan tubuh yang dianggap ideal atau serasi.
5. Nilai kesehatan, seperti keinginan memiliki tubuh yang jauh dari sakit.
6. Nilai keterampilan, seperti keinginan memiliki kemampuan untuk melakukan berbagai hal dengan tepat, mudah, dan cepat.
7. Nilai rasa sejahtera dan aman, seperti kita memiliki keinginan untuk bebas dari tekanan, kecemasan, dan konflik-konflik batin.
8. Nilai pengetahuan, seperti tuntutan diri atas informasi, kebenaran, hal-hal yang dapat memuaskan
rasa ingin tahu, atau memiliki kemampuan untuk mengetahui sesuatu yang diinginkan.
9. Nilai moral, seperti keinginan memiliki pemikiran, keyakinan, dan tindakan yang sesuai dengan norma-norma yang diterima oleh masyarakat.
10. Nilai keagamaan atau kepercayaan, yaitu iman terhadap Tuhan dan keinginan untuk dapat hidup sesuai dengan agama dan kepercayaan.
11. Nilai keadilan, seperti keinginan memiliki sikap adil, sifat tidak memihak atau membeda-bedakan dan kemampuan untuk memperhatikan manusia, menghargai kebenaran dan fakta, serta mampu memperlakukan orang lain secara adil.
12. Nilai altruisme, adalah memiliki kemauan dan kemampuan untuk memperhatikan kebutuhan, kepentingan, dan kebahagiaan orang lain.
13. Nilai pengakuan atau penghargaan, seperti keinginan mengakui bahwa diri sendiri adalah penting, berharga, serta layak mendapat perhatian dan penghargaan dari orang lain.
14. Nilai kesenangan, seperti keinginan merasakan kenikmatan atau kegembiraan.
15. Nilai kebijaksanaan, seperti memiliki kemauan menggunakan akal budi, pengalaman, dan pengetahuan dengan tepat, serta dapat mengambil keputusan dengan cermat atau teliti.
16. Nilai kejujuran, seperti memiliki keluhuran hati, ketulusan hati, kesungguhan hati, dan keterus terangan.
17. Nilai prestasi, seperti penghargaan atas hasil yang baik dari usaha keras.
18. Nilai otonomi atau kemandirian , seperti kemampuan untuk berdiri sendiri dan tidak dikuasai oleh orang lain.
19. Nilai kekayaan, seperti keinginan memiliki banyak harta benea yang berharga dan/atau banyak uang.
20. Nilai kesetiaan, seperti keinginan memiliki keteguhan hati dalam persahabatan dan dalam ikatan dengan kelompok atau lembaga tertentu.
21. Nilai kedisiplinan, seperti kebiasaan taat pada aturan dan menggunakan waktu secara tepat dan taat.
22. Nilai tanggung jawab, seperti berani menanggung segala akibat atau konsekuensi dari tindakan dan pilihan yang diambil.
23. Nilai kedewasaan, sepeti berpikir secara bijak dan mempertimbangkan baik buruk sebelum bertindak.
24. Nilai keberanian, seperti berani dalam mencoba hal baru dan mengaktualisasikan diri.
25. Nilai toleransi, seperti memiliki tepa slira dan menghargai segala perbedaan baik itu perbedaan agama, suku, ras, maupun bangsa.
26. Nilai kerendahan hati, seperti bersikap sewajarnya dan tidak sombong terhadap pencapaian diri.
27. Nilai kebhinnekaan, seperti memandang beraneka ragam suku dan budaya yang dimiliki Indonesia sebagai satu kesatuan.
28. Nilai cinta tanah air dan bangsa, seperti memiliki kecintaan terhadap negara.
29. Nilai keteladanan, seperti memiliki budi pekerti perilaku yang bisa ditiru atau dijadikan teladan bagi orang lain.
30. Nilai kedermawanan, seperti murah hati dan memiliki jiwa memberi kepada orang lain.
Nilai yang harus kita kembangkan
Nilai-nilai yang perlu kita kembangkan dalam perkembangan pribadi agar nilai-nilai kehidupan lebih berharga dan memiliki nilai yang positif adalah sebagai berikut.
1. Nilai intelektual.
2. Nilai kesusilaan.
3. Nilai keindahan.
4. Nilai kasih sayang
5. Nilai sportivitas.
6. Nilai kompetisi atau semangat kompetisi.
7. Nilai religius/keagamaan.
Nilai intelektual perlu dikembangkan agar kita selalu memiliki wawasan lebih awal, informasi terbaru, dan tidak ketinggalan zaman.
Caranya dengan selalu belajar, membaca, serta mengikuti berita elektronik dan cetak.
Nilai kesusilaan dihayati seseorang sehingga dapat membedakan tingkah laku yang pantas dan tidak pantas, yang baik dan tidak baik, yang benar dan yang salah, serta yang sesuai norma susila dan tidak sesuai dengan norma susila.
Dengan nilai kesusilaan ini seseorang akan lebih mudah diterima di lingkungan komunitas mana pun ia bertempat tinggal.
Nilai keindahan akan menimbulkan kekaguman seseorang akan karya cipta, kreativitás, dan memiliki apresiasi seni. Keindahan akan menimbulkan rasa tenteram dan bahagia.
Keindahan juga akan membawa dampak kesehatan yaitu rasa butuh bekerja untuk mencukupi kesehatannya.
Nilai kasih sayang akan mempererat ikatan emosional sesama manusia. Di lingkungan kerja yang diliputi saling menyayangi akan menciptakan suasana kerja yang kondusif, bebas tekanan, dan mampu memicu produktivitas. Kasih sayang juga akan membawa kerelaan seseorang untuk mencurahkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk mengabdi pada pekerjaannya.
Nilai sportivitas mengandung makna kesiapan menerima hasil. Bisa juga diartikan kesediaan mengakui kekurangan diri dan kelebihan orang lain.
Sikap ini merupakan hal yang sulit,
sebab yang mudah dan biasa orang lakukan adalah mengakui kelebihan diri dan mencari kekurangan orang lain.
Sportivitas yang dijunjung tinggi akan memupuk rasa persatuan dan kesatuan di lingkungan di mana ia tinggal. Jiwa yang sportif akan jauh dari rasa sakit hati bila kalah dan sombong atau tinggi hati jika menang.
Nilai kompetisi atau semangat kompetisi perlu dikembangkan di lingkungan tempat tinggal. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan persaingan yang sehat sehingga seseorang selalu termotivasi untuk menjadi yang terbaik.
Dengan kompetisi yang sehat, semua kemampuan kita dapat dikembangkan secara maksimal.
Kita akan terdorong untuk mengembangkan ide-ide kreatif yang membuat kita berbeda dengan yang lain, semangat kompetisi bukanlah iklim permusuhan.
Nilai keagamaan perlu dikembangkan di mana pun kita berada termasuk di lingkungan kerja Kematangan religius akan memberikan warna tersendiri dalam lingkungan kerja.
Pertimbangan baik buruk dan pertimbangan akan adanya hari akhir akan membuat kita menjadi orang yang bertanggung jawab.
Seseorang yang di hatinya ada Tuhan, tidak akan bertingkah laku yang merugikan diri sendiri, keluarga, masyarakat, ataupun perusahaan di mana pun ia bekerja. la tidak akan korupsi atau kolusi karena di jiwa mereka melekat nilai-nilai religius.
Orang akan memiliki pengendalian diri yang tangguh, bila hatinya dibentengi dengan nilai-nilai agama. la tidak akan hanyut oleh suasana kerja yang menyesatkan.
More Tag :
pengertian nilai kehidupan menurut para ahli , macam-macam nilai kehidupan , penerapan nilai kehidupan di kalangan remaja , pentingnya nilai-nilai kehidupan , kenapa manusia harus memahami dan menerapkan nilai-nilai kehidupan , definisi nilai kehidupan , etika , moral , nilai moral , nilai adat , kesusilaan , #1 trending

Belum ada Komentar untuk "37 Macam Nilai Kehidupan Dan Pengertian (Definisinya) Lengkap"
Posting Komentar