Pengertian Taubat,Dasar Dalil Perintah Bertaubat,Tingkatan Taubat Dan Syarat-Syarat Bertaubat Lengkap
Taubat berasal dari kata “taba” yang berarti kembali, sedangkan menurut istilah taubat artinya kembali mendekatkan diri kepada allah setelah menjauh darinya. Adalah sebuah keinginan, kegandrungan, kebutuhan akan Allah SWT. Maupun segala yang dapat membuat kita lebih mengenalnya Oleh karena itu, landasan bertaubat adalah mencari Allah Singkatnya bahwa bertaubat adalah kembalinya seorang hambaa dari kemaksiatan menuju ketaatan kepada Allah SWT., dengan menjalankan apa yang diperintahkan dan menjauhi apa yang dibenci-Nya.
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering mendengar kata bertaubat dan beristigfar. Untuk mengetahui pengertian bertaubat, maka perhatikan firman Allah SWT
Yang Artinya : “karena itu mohonlah ampun kepada-Nya, kemudian bertaubatlah, sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa Hamba-Nya).”( QS.Hud/11 : 2)
Bertaubat sesungguhnya merupakan panggilan Allah SWT. Allah yang menumbuhkan keinginan bertaubat didalam hati manusia. Allah memerintahkan manusia untuk bertaubat didalam al-qur’an sebanyak 87 kali. Allah juga memerintahkan nabi Muhammad SAW. Untuk bertaubat.
Bertaubat sangat penting bagi manusia karena kalau tidak bertaubat berarti mereka sudah menzalimi dirinya sendiri. Selain itu bertaubat juga merupakan ibadah yang utama dan yang disukai Allah SWT. Perhatikan firman Allah berikut ini :
إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ التَّوَّابِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya : “sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertaubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.” (QS.Al-baqarah/2:222).
Dasar-dasar Perintah Bertaubat
Terdapat banyak ayat dalam Al Qur'an yang mengabarkan akan diterimanya taubat orang-orang yang melakukan taubat jika taubat mereka tulus, dengan banyak redaksi. Dengan berdalil pada kemurahan karunia Allah SWT, ampunan dan rahmat-Nya, yang tidak merasa sempit dengan perbuatan orang yang melakukan maksiat, meskipun kemaksiatan mereka telah demikian besar.
Seperti dalam firman Allah SWT dalam QS. At-Taubah[9] ayat 104:
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: "Tidakkah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hambaNya dan menerima zakat, dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang? ." (QS. At-Taubah: 104)
وَهُوَ الَّذِي يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَعْفُو عَنِ السَّيِّئَاتِ وَيَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ
Artinya: "Dan Dialah Yang menerima taubat dari hamba-hambaNya dan memaafkan kesalahan-kesalahan." (QS. Asy-Syuuraa [42] 25)
غَافِرِ الذَّنْبِ وَقَابِلِ التَّوْبِ شَدِيدِ الْعِقَابِ ذِي الطَّوْلِ لا إِلَهَ إِلا هُوَ إِلَيْهِ الْمَصِيرُ
Artinya: yang mengampuni dosa dan menerima taubat lagi keras hukuman-Nya. yang mempunyai karunia. tiada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. hanya kepada-Nyalah kembali (semua makhluk).
Terutama orang yang bertaubat dan melakukan perbaikan. Atau dengan kata lain, orang yang bertaubat dan melakukan amal yang saleh. Seperti dalam firman Allah SWT dalam masalah pria dan wanita yang mencuri:
فَمَنْ تَابَ مِنْ بَعْدِ ظُلْمِهِ وَأَصْلَحَ فَإِنَّ اللَّهَ يَتُوبُ عَلَيْهِ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: "Maka barangsiapa yang bertaubat (di antara pencuri-pencuri itu) sesudah melakukan kejahatan itu, dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Maaidah [5] 39)
وَإِذَا جَاءَكَ الَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِآيَاتِنَا فَقُلْ سَلامٌ عَلَيْكُمْ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَى نَفْسِهِ الرَّحْمَةَ أَنَّهُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ سُوءًا بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنْ بَعْدِهِ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: "Tuhanmu telah menetapkan atas diriNya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertaubat setelah mengerjakannya, dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Al An'aam [6] 54)
ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُوا السُّوءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ تَابُوا مِنْ بَعْدِ ذَلِكَ وَأَصْلَحُوا إِنَّ رَبَّكَ مِنْ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَحِيمٌ
Artinya: "Kemudian, sesungguhnya Tuhanmu (mengampuni) bagi orang-orang yang mengerjakan kesalahan karena kebodohannya, kemudian mereka bertaubat setelah itu, dan memperbaiki ( dirinya) sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. An-Nahl [16] ayat 119)
Puja-puji terhadap Allah SWT dengan nama-Nya "at-Tawwab" (Maha Penerima Taubat) terdapat dalam al Quran sebanyak sebelas tempat. Seperti dalam do'a Ibrahim dan Isma'il a.s.:
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: "Dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkaulah yang Maha penerima taubat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Baqarah [2] ayat 128).
Juga seperti dalam sabda Nabi Musa kepada Bani Israil setelah mereka menyembah anak sapi:
وَإِذْ قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ يَا قَوْمِ إِنَّكُمْ ظَلَمْتُمْ أَنْفُسَكُمْ بِاتِّخَاذِكُمُ الْعِجْلَ فَتُوبُوا إِلَى بَارِئِكُمْ فَاقْتُلُوا أَنْفُسَكُمْ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ عِنْدَ بَارِئِكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya :"Maka bertaubatlah kepada Tuhan Yang menjadikan kamu, dan bunuhlah dirimu. Hal itu adalah lebih baik bagimu, pada sisi Tuhan Yang menjadikan kamu, maka Allah akan menerima taubatmu. Sesungguhnya Dialah yang Maha Penerima taubat dan Maha Penyayang ." (QS. Al Baqarah [2] 54)
Allah SWT berfirman kepada Rasul-Nya:
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ رَسُولٍ إِلا لِيُطَاعَ بِإِذْنِ اللَّهِ وَلَوْ أَنَّهُمْ إِذْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ جَاءُوكَ فَاسْتَغْفَرُوا اللَّهَ وَاسْتَغْفَرَ لَهُمُ الرَّسُولُ لَوَجَدُوا اللَّهَ تَوَّابًا رَحِيمًا
Artinya: "Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu, lalu memohon ampun kepada Allah, dan Rasulpun memohon ampun untuk mereka, tentulah mereka mendapati Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa[4] ayat 64). Wallahu 'Alam
Tingkatan Taubat
Taubat ada tiga macam:
Taubat umum (Awam), taubat orang- orang khusus (Khawash), dan taubat paling khusus/ paling tinggi (Al-khash al-khawash)
* Taubat umum(awam) adalah taubat dari maksiat, yaitu taubat orang-orang yang bermaksiat (taubatnya manusia secara umum).
* Taubat khusus(Khawash) adalah taubat sebagai pertanda meningkatnya ma'rifah manusia kepada Allah SWT. Mereka merasa malu dikarenakan telah melakukan perbuatan-perbuatan yang makruh.Hatinya tunduk dan khusyuk di hadapan Allah SWT, taubat ini adalah taubatnya para Nabi terdahulu.
* Taubat paling khusus(Al-khash al-khawash)adalah taubatnya Rasulullah SAW. tobat Rasulullah SAW manakala berkata, "Sesungguhnya ini adalah kebodohan pada hatiku, dan sesungguhnya aku akan memohon ampun kepada Allah SWT sebanyak 70 kali dalam sehari.Dengan kata lain, untuk membersihkan hatinya dari menaruh perhatian kepada selain Allah SWT, Rasulullah SAW Beristighfar kepada Allah SWT.
Syarat-syarat Taubat
Supaya taubat kita diterima oleh Allah SWT., maka ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah :
a. Meninggalkan dosa tersebut.
Ibnu Qayyim berkata: “Tobat mustahil terjadi, sementara dosa tetap dilakukan.”
b. Menyesali perbuatan tersebut.
Rasulullah SAW. Bersabda : “menyesal adalah taubat.”
c. Berjanji.
(berazzam) untuk tidak mengulangi lagi. Ibnu mas’ud berkata bahwa taubat yang benar adalah taubat dari kesalahan yang tidak akan diulangi kembali, bagaikan air susu yang tidak mungkin kembali kekantong susunya lagi.
d. Mengembalikan kezaliman kepada pemiliknya, atau meminta untuk dihalalkan.
Imam Nawawi berkata bahwa diantara syarat taubat adalah mengembalikan kedzaliman atau meminta untuk dihalalkan.
e. Ikhlas.
Ibnu hajar berkata, “Tobat tidak akan sah kecuali dengan ikhlas.
f. Tobat dilaksanakan pada waktu masih hidup ( sebelum sakaraul maut )
Hal ini disandarkan pada firman Allah SWT., yang artinya : ”Dan tobat itu tidaklah diterima Allah dari merekayang melakukan kejahatan hingga ajal kepada seorang diantara mereka, barulah dia mengataka, “saya benar-benar bertaubat sekarang.”
Ķesimpulan
Yang dimaksud dengan taubat adalah masa sekarang kita tinggalkan secara langsung dosa atau maksiat yang sedang dilakukan. Adapun taubat masa yang akan datang kita bertekad untuk tidak melakukan kembali dosa atau maksiat .


Belum ada Komentar untuk "Pengertian Taubat,Dasar Dalil Perintah Bertaubat,Tingkatan Taubat Dan Syarat-Syarat Bertaubat Lengkap"
Posting Komentar